07.07.2008
by Welly
Category Uncategorized
2 Comments →
Dalam sebuah acara peluncuran All New Jazz di PVJ Bandung beberapa waktu yang lalu, saya tertarik dengan tingkah pantomim yang sengaja didatangkan oleh EO. Tingkahnya yang lucu ditambah dengan postur yang tinggi —karena kebetulan yang saya temui menggunakan kaki tambahan sehingga tingginya hampir 3 meter— membuat siapa saja akan memandangnya.
Berasal dari bahasa latin Pantomimus, yang berarti meniru segala sesuatu, merupakan suatu bentuk pertunjukan teater tanpa suara dalam bentuk mimik ataupun gerak sebagai dialog (http://id.wikipedia.org/wiki/Pantomim).
Nah yang kebetulan ada dihadapan saya ini membuat saya kagum. Karena begitu cepatnya dia bisa menirukan gerak gerik saya saat sedang memotret, bahkan hingga saat gerakan dimana saya harus mundur untuk mencari angle dan hampir menabrak orang dibelakang.
Ternyata, untuk menjadi seperti mereka dibutuhkan skill pengamatan dan peniruan yang baik.
12.06.2008
by Dwi
Category Cerita Lepas
5 Comments →
Bel tanda jam kerja sudah habis berbunyi, aku belum juga bisa beranjak menuju rumah karena banyak sekali pekerjaan yang belum bisa di tinggal. Meskipun sedikit terasa lelah, tapi aku ingin target hari ini tercapai. Belum lagi harus melihat teman yang lain satu persatu pamit pulang, tambah suntuk rasanya. Tapi aku harus menyelesaikannya, bisikku dalam hati.
Jam dinding kantor sudah menunjukkan pukul 7.30 malam, dan pekerjaanku sudah selesai. Ini jam aman keluar kantor, jalan sudah mulai agak sepi karena teman yang lain mungkin sedang menikmati makan malam bersama keluarganya atau sekedar melepas lelah dari pulang kantor tadi. Hmm…1 kebiasaan yang kulewatkan beberapa malam akhir-akhir ini. Ah, yang penting kerjaanku selesai, kataku menghibur diri.
Read More
03.06.2008
by Nadiri
Category Jalan-Jalan, Kuliner
6 Comments →
Wah… sudah lama rasanya tidak curhat di catatankaki.com. Kali ini saya mau sharing sedikit tentang salah satu kuliner di Bandung, yang namanya baso tahu. daerah parahyangan yang satu ini memang terkenal dengan kulinernya yang “mak nyus”, kalo boleh ngambil istilahnya Bondan Winarno
sorry pa Bondan.
Bagi pemerhati kuliner, silahkan coba yang satu ini. Letaknya di Jalan Trunojoyo Bandung. Kalo pake flexi, sebellum ke Bandung, ketik dulu “ON 022″ kirim sms ke 777
dikit promosi boleh doong. Baso tahu Trunojoyo ini dari jaman kuliah (waduh udah 10 thn lebih) sudah banyak peminatnya, walopun letaknya di kaki lima, dan hanya nongol sore dan malam hari saja. Coba lihat fotonya dibawah ini.

Kombinasi menu yang ditawarkan sebagai berikut nih :
- Baso Tahu
- Siomay
- Paria
- Kol
- Kentang
- Telur
Dagingnya lembut, rasanya saos memang agak pedas, tapi pas lah untuk ukuran malam hari yang dingin :-). Selain baso tahu, tambahan krupuk ikan juga bikin puas lidah dan perut. Yang penting anak deh, kalo cocok sama selera, pasti balik lagi ke sono, sekalian nostalgia. Sebagai pelepas dahaga, itu tuh di fotonya ada minumannya (ga usah disebutin yah, ntar minta royalti repot) bisa minta yang dingin atau yang biasa.
Seletah ‘puas’ menikmati santapan kuliner malan hari ini, yang tersisa tinggal bayarnya… oops… keluar duit juga nih, maaf layanan ini tidak gratis :-), tapi nggak bakalan nguras kocek koq. Kalo dulu jaman kuliah, masih 450 / biji, terus naik ke 500, ekskalasi lagi ke 550, trus 700 dan akhirnya meroket ke 1000 dalam kurun waktu 10 tahun. (tuh keliatan di kacanya) itupun sebelum BBM naik, semoga kalo meroket lagi ga tinggi2 banget.
Sekian dulu deh hidangan malam hari ini.. jadi laper deh nulis sharing ini. Selamat menikmati yah…
:-)~
30.05.2008
by Welly
Category Opini
No Comments →
Lagi-lagi tentang televisi, khususnya siarannya. Siapa yang tak kenal dengan acara Extravaganza yang ditayangkan oleh TransTV ? Saya yakin tua muda pasti tahu dan kebanyakan suka, karena bersamanya kita bisa ketawa-ketiwi terus selama 2 jam bahkan bisa sampai sakit perut.
Kemunculannya mendapat sambutan hangat dari pencinta televisi hingga mampu membuat pamor dari para pemainnya melambung tinggi. Setiap acara off air di daerah-daerah selalu ramai dengan penggemar, merekapun menjadi bintang iklan dan film. Pokoknya kesohor dah. Faktor yang menarik
29.05.2008
by Welly
Category Cerita Lepas
1 Comment →
Terima kasih buat teman-teman yang kemarin bersedia menjawab pertanyaan iseng saya yang muncul saat mandi pagi (jujur!). Ada yang bisa menjawab langsung, ada yang bingung dulu, ada juga yang menganggap saya kurang kerjaan (emang!). Tapi apapun itu jawabannya, saya menghargai semua bantuan kalian. Yang singkat yang panjang, yang spontan yang mikir, pokoke thank you semua. Yuk lihat jawaban mereka !
26.05.2008
by Welly
Category Keluarga
No Comments →
Ada sebuah tulisan dari buku yang sebenarnya telah lama saya beli tetapi baru kemarin mulai dibaca, begini bunyinya :
Anak yatim piatu bukan hanya anak yang ditinggal mati bapak ibunya, tetapi juga anak yang ditelantarkan oleh mereka.
Tulisan ini sangat merubah (lebih tepatnya menyadarkan) faham yang sejak dulu tertanam, akibat dari pelajaran sekolah yang mendefinisikan sama persis sejak SD hingga tingkat-tingkat diatasnya tanpa adanya penalaran lebih lanjut.
Sebagai seorang ayah, saya cukup terhenyak dengan kalimat bijak tersebut dan serta merta ketakutanlah yang menjalari seluruh badan ini. Secara sadar, semua ayah pasti tidak akan tega menelantarkan darah dagingnya. Tetapi, adakah kita semua para ayah tidak melakukannya dengan tidak sadar atau karena ketidaktahuan ?
Seakan saya ingin berteriak keras-keras bahwa saya tidak mau dianggap tidak ada (mati) padahal jiwa raga saya masih sehat.
Ya Allah, tunjukilah ke jalanMu, yaitu jalan yang Kau tunjukkan kepada orang-orang sebelum kami.
02.05.2008
by Dwi
Category Cerita Lepas
4 Comments →
Suatu waktu di pagi hari, tiba-tiba saja mamaku bertanya ‘gimana ya kalo kita niat pengen kurban, tapi pas di itung-itung, uang itu cuma cukup buat keseharian kita selama sebulan doang?’. Ya, waktu itu memang cuman 1 bulan lagi umat islam akan menghadapi hari raya idul kurban. Pertanyaan mamaku itu sempat membuatku tertegun sejenak, tidak beda dengan wajah mamaku yang tampak mengharap jawaban apa yang akan keluar dari mulutku. ‘Mmmmhh, ya udah …pake aja untuk kehidupan sehari-hari kita, toh Dia pun ga maksa ko, tapi kalo mampu, lebih bagus…’ jawabku pendek seraya pamit pergi ke kantor.
Read More
01.05.2008
by Welly
Category Fotografi
2 Comments →
Setiap kali ada kawan bertanya tentang keinginan dia untuk membeli sebuah kamera SLR selalu saya jawab dengan kalimat yang sama. “Bagus..! Tapi pikir dulu baik-baik.” Dengan tidak bermaksud untuk mengurangi bara semangatnya, saya berterus terang menyampaikannya —kecuali jika yang bertanya tidak mempunyai batasan kekuatan finansial.
Itu istilah yang saya gunakan untuk me-label-i golongan yang jika kirim sms ke bapaknya “Pa Pulsaku habis,” maka tak berapa lama Sang Bapak membalasnya dengan “Operator X sudah jadi milikmu sekarang Nak.” Ha ha ha just kidding, lagian opo tumon ? Kembali ke kamera yuk
22.04.2008
by Welly
Category Mini Fiksi
6 Comments →
Awalnya kukira kehadiran mereka menjadi hiburan buatku yang sehari-hari hanya bermain diruangan sempit ini. Melompat kesana kemari sambil sesekali berlari dan meneriaki tetangga sebelah yang kemudian turut membuat gaduh suasana. Beberapa anak kecil mengamati senang akan tingkah kami ini, sampai-sampai si gendut tidak merasa es krimnya meleleh tumpah ruah ditangannya.
Entah karena dianggap satu-satunya makhluk selain manusia yang jaraknya paling dekat —menurut Darwin— sering para orang-tua mengajak anaknya berlama-lama didepanku. Menunjuk-nunjuk kearah kami sambil kadang berusaha membagikan makanannya, kacang kulit, pisang, daun, bahkan temenku yang diujung sana kulihat sedang menghisap rokok pada suatu saat. “Entah manusia mana yang menyodorkan padanya”, geramku dalam hati. Apa yang terjadi kemudian ?
29.03.2008
by Dwi
Category Style & Fashion
6 Comments →
Tokyo yang merupakan salah satu kota terbesar di negara matahari ini ternyata memiliki sisi lain dari fashion-nya. Takeshita Dori, sebuah jalan sepanjang 400m yang terletak di depan stasiun Harajuku dekat Shibuya adalah tempat ‘konkow’ para pemuda Jepang sekaligus show off pakaian mereka yang sudah sangat mempengaruhi fashion dunia. Jalan ini lah yang menjadi stlye-arena dari street fashion-nya Tokyo.

Read More