Catatan Kaki

Meraut Ulas, Merajut Batas
Random Image

Begitu banyak hal yang bisa di temukan dalam hidup ini, begitu banyak pula hal yang bisa dibagi didalamnya. Disini kami berbagi walau tak pernah bisa semuanya.



Tersadarkan

Awalnya kukira kehadiran mereka menjadi hiburan buatku yang sehari-hari hanya bermain diruangan sempit ini. Melompat kesana kemari sambil sesekali berlari dan meneriaki tetangga sebelah yang kemudian turut membuat gaduh suasana. Beberapa anak kecil mengamati senang akan tingkah kami ini, sampai-sampai si gendut tidak merasa es krimnya meleleh tumpah ruah ditangannya.

Entah karena dianggap satu-satunya makhluk selain manusia yang jaraknya paling dekat —menurut Darwin— sering para orang-tua mengajak anaknya berlama-lama didepanku. Menunjuk-nunjuk kearah kami sambil kadang berusaha membagikan makanannya, kacang kulit, pisang, daun, bahkan temenku yang diujung sana kulihat sedang menghisap rokok pada suatu saat. “Entah manusia mana yang menyodorkan padanya”, geramku dalam hati. Apa yang terjadi kemudian ?

Bumi dipijak langit dijunjung

Ditengah asiknya memotret di sebuah acara hunting foto bersama, seorang kawan dididekati Bapak berpakaian dinas hijau dari sebuah instansi pemerintah yang sebelumnya tidak ada disitu. Dengan ramah beliau menanyakan asal dari rombongan kami dan tujuan dari kegiatan ini. Dari bahasa tubuhnya, nampak sekali lawan bicara Bapak tadi sangat tidak nyaman dan ingin segera mengakhiri pembicaraan. Sayapun merasakan hal yang sama dari kejauhan. Banyaknya cerita tentang gangguan dari pihak ketiga dalam sebuah acara hunting foto membuat akal ini menjadi defensif terhadap kehadiran orang lain. Read More